Welcome to Website of SENDANG SONO 

Welcome to Website of SENDANG SONO
Selamat Datang di Website SENDANG SONO

DENGAN HENING, KITA BERDOA; DENGAN DOA, KITA BERIMAN
DENGAN IMAN, KITA MENGASIHI; DENGAN KASIH, KITA MELAYANI
DENGAN MELAYANI, KITA ALAMI KEDAMAIAN


Terima kasih atas kunjungan Anda. Silahkan isi BUKU TAMU untuk saran dan pesan yang mau disampaikan kepada kami. Silahkan gabung dalam FORUM DISKUSI.
Tuhan memberkati!

Isi Buku Tamu

Salam hormat
PENGURUS PEZIARAHAN GUA MARIA SENDANGSONO
sendang_sono@yahoo.co.id

CONTACT US:


082892605051

PERBAIKAN BEBERAPA BAGIAN 
Friday, June 18, 2010, 12:33 - NEWS/BERITA
Posted by PEZIARAHAN SENDANGSONO
Sudah bulan Juni tetapi hujan masih terus mengguyur bumi ini. Menurut "pranata mangsa" harusnya sudah mulai jarang hujan. Akibat hujan yang terus menerus, tembok pembatas bagian Timur Sendangsono roboh. Selain karena tidak mampu menampung air dari atas yang sangat deras, temboknya juga sudah mulai lapuk. Apalagi temboknya hanya terbuat dari batu bata yang tidak di"slof".


foto by yswitopr


Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi luapan air dan tanah dari atas (tanah penduduk), sekarang ini sedang diadakan pengerjaan perbaikan. Agar lebih kuat dan tahan lama, tembok diberi ring dan slof. Dan menyesuaikan konsep Rm. Mangun tembok dibuat dari batu-batu kali. Salah satu prinsip yang kami terapkan adalah mengumpulkan batu-batu kali untuk ditata menjadi tembok alami. Romo Mangun selalu menggunakan bahan yang ada di sekitarnya. Selain ngirit bahan, konsep ini juga mengangkat bahan-bahan sekitar menjadi lebih berharga dan bernilai seni.

Supaya ada kesesuaian dengan sekitarnya, tembok pembatas dibongkar semua dan diganti dengan batu. Supaya tidak berkesan tambal sulam, semua dibuat sama. Harapannya tembok pembatas juga dapat menjadi hiasan yang indah yang menyatu dengan alam. Proses pengerjaannya telah berlangsung 3 minggu. Target kami dalam 2 bulan, tembok sepanjang kurang lebih 50 meter sudah selesai dikerjakan.

EKSOTISME SENDANGSONO: KEHENINGAN DAN KEDAMAIAN 
Thursday, June 10, 2010, 01:43 - NEWS/BERITA
Posted by superadmin [Administrator]
http://wisata.kompasiana.com/group/jala ... kedamaian/

Setiap hari selalu sibuk. Dari bangun pagi sampai berangkat tidur penuh dengan kegiatan. Tentunya capek. Ada kalanya muncul kerinduan untuk meluangkan waktu sejenak. Hening dan tenang tanpa harus diganggu oleh kesibukan-kesibukan yang lama-lama bisa bikin stress. Pergi ke tempat sunyi dan hening adalah pilihan yang tepat. Tapi mau kemana? Kalau ke gunung, nafas ini jelas takkuat lagi. Akhirnya saya memutuskan pergi ke sebuah tempat di perbukitan Menoreh.

Adalah Sendangsono. Dari katanya sudah menunjukkan artinya: sendang (sumber air) yang berada di bawah pohon sono (angsana). Di rimbunnya pohon sono, terdapat sebuah gua buatan dari batu-batu karang. Di tengah gua ini, terpasang patung Maria. Sosok wanita yang mendapat tempat istimewa bagi penganut agama Katolik. Patung ini terbuat dari gerabah ini memiliki berat 300 kg dan didatangkan langsung dari Swiss sekitar tahun 1929. Pada gua ini juga terdapat sebuah relikwi yang berwujud batu keras dan diyakini sebagai tempat Ibu Maria menginjakkan kakinya ketika menampakkan diri kepada St Bernadett Soubirous. Relekwi ini dipasang pada tahun 1956.

Ada dua jalur untuk sampai ke Sendangsono. Jalur pertama adalah melalui Bendo. Jalan beraspal dan berkelok-kelok memaksa kita harus ekstra hati-hati. Tambah lagi, kualitas jalan yang kurang begitu baik dan tidak terlalu lebar. Jalur kedua adalah melalui Slanden. Jalur ini merupakan jalur kenangan, karena melalui jalan inilah dahulu para peziarah berjalan kaki menuju Sendangsono. Kenangan tak terlupakan karena jalan yang berlumpur semakin menambah perjuangan. Kini, jalan ini telah beraspal baik hingga sebelum Gereja Promasan. Jika Anda melalui jalur ini, Anda bisa berhenti sejenak di gereja dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan jalan salib atau langsung menuju ke Sendangsono.

Eksotisme Sendangsono siap memanjakan Anda. Keheningan ala pedesaan sudah ditawarkan bagi para pengunjung sejak menginjakkan kaki di gerbang Sendangsono. Sendangsono yang terletak di perbukitan menoreh (tepatnya di dusun Semagung, kelurahan Banjaroya) siap menyambut para pengunjung dengan alamnya yang bersih. Selain itu, Sendangsono juga menawarkan permenungan kepada para pengunjung. Setiap bentuk arsitek memiliki wastu citra yang mengajak para pengunjung untuk bermenung tentang kehidupan. Begitu masuk kompleks sendangsono, kita akan disambut ornamen berwarna dan polos. Ornamen berwarna merah menujukkan daerah sakral, sedangkan yang takberwarna adalah pelataran. Di pelataran ini kita bisa ngobrol atau diskusi. Itulah ciri khas arsitektur karya romo Mangun. Tanah “pereng” diubah oleh Romo Mangun menjadi sebuah kawasan yang asri. Karena keindahan arsitektur yang ramah lingkungan, karya romo Mangun ini mendapat penghargaan dari Ikatan Arsitektur Indonesia pada tahun 1991. Pohon-pohon besar menjadi perindang yang membuat suasana makin romantis. Sangat membantu untuk bermenung dan mendekatkan diri pada Sang Khalik sembari melepaskan penat.

Keindahan sendangsono akan semakin terasa ketika merunut sejarahnya maupun mitos yang ada. Konon, di pohon sono berdiam Dewi Lantam sari dan anaknya Den Baguse Samijo. Kedua makhluk itu menjadi penguasa daerah itu. Tidak mengherankan jika dahulu menjadi tempat favorit bagi para pertapa. Menurut cerita pula, tempat itu menjadi tempat peristirahatan para bikhu yang mengadakan perjalanan dari Borobudur ke Boro atau sebaliknya. Semua kisah itu berganti ketika terjadi pembabtisan 173 orang oleh pastur van Lith pada 14 Desember 1904. Adalah Barnabas Sarikromo yang berperan dalam peristiwa itu. Barnabas menjadi katekis yang handal dan pernah mendapat penghargaan dari pemimpin tertinggi Gereja Katolik, yaitu Paus Yohanes Paulus II. Makam Mbah Barnabas terletak di sebelah Timur komples Sendangsono. Sejak peristiwa pembabtisan itu, sumber air tidak lagi diperlakukan sebagai tempat tinggal roh gaib tetapi digunakan untuk bermenung dan berdoa kepada Sang Khalik melalui perantaraan Ibu Maria.

Suasana asri Sendangsono siap memanjakan para pengunjung. Ketika Anda lelah, ada 4 buah rumah panggung yang bisa digunakan untuk beristirahat atau duduk di bawah pohon yang rindang. Ketika Anda ingin merayakan Ekaristi, terdapat 3 buah kapel: Kapel Tritunggal (di samping gua), kapel Maria (terletak di atas gua, dekat kompleks makam), dan kapel 12 Rasul yang sedang dalam renovasi. Ketika lapar mendera pun, di sekitar kompleks peziarahan Sendangsono terdapat warung-warung makan ala pedesaan. Aneka souvenir pun disediakan di warung-warung tersebut. Sendangsono adalah jaminan bagi Anda yang ingin mendapatkan keheningan dan sekaligus mendekatkan diri pada Sang Khalik. Niscaya, Anda akan merasakan kedamaian dan ketenangan di tempat ini. Kedamaian dan ketenangan ini dapat menjadi bekal untuk menjalani rutinitas. Dengan demikian, hidup menjadi semakin bermakna.

SUASANA SENDANGSONO, 28 MEI 2010 
Saturday, May 29, 2010, 15:24 - NEWS/BERITA
Posted by superadmin [Administrator]
Bersamaan dengan perayaan Waisak 2010, suasana di Sendangsono benar-benar meriah. Sejak malam Jumat, para peziarah sudah mulai berdatangan. Suasana masih berlanjut hingga hari ini, Sabtu 29 Mei 2010. Diperkirakan, peziarah masih akan berdatangan sampai hari Minggu besuk.
Foto-foto ini mencoba memberikan sedikit gambaran suasana pada hari tersebut.




foto by yswitopr


PAGI DI SENDANGSONO 
Monday, May 10, 2010, 09:35 - NEWS/BERITA
Posted by superadmin [Administrator]
Pagi ini, 10 Mei 2010, cuaca di Sendangsono demikian cerah. Beberapa peziarah sudah datang untuk berdoa di depan Sang Bunda.

photo by yswitopr

Rekaman melaui foto



photo by yswitopr


PEMBUKAAN BULAM MARIA DI SENDANGSONO 
Monday, May 3, 2010, 19:17 - NEWS/BERITA
Posted by superadmin [Administrator]
Dalam suasana yang cerah, Bulan Maria 2010 dibuka dengan sebuah perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo B. Saryanto Wiryoputro Pr, Delegatus Administrator Kevikepan DIY dan didampingi oleh Rm Ariawan Pr, Pastur paroki Promasan. Ekaristi pembuka dimeriahkan oleh kelompok koor guru-guru SLTPK Kemasyarakatan Promasan.


foto oleh yswitopr


RENOVASI KAPEL 12 RASUL 
Tuesday, April 13, 2010, 01:58 - NEWS/BERITA
Posted by superadmin [Administrator]
Setelah 2 tahun lebih mengalami rusak, akhirnya kapel 12 rasul direnovasi

photo by yswitopr


Atas mulai dibongkar direka ulang.

photo by yswitopr


INFORMASI PENTING 
Thursday, March 25, 2010, 00:17 - NEWS/BERITA
Posted by superadmin [Administrator]
Dalam beberapa minggu ini beredar undangan dan juga pertanyaan kepada Pengurus Peziarahan Sendangsono mengenai PERINGATAN 15 TAHUN PENAMPAKAN BUNDA MARIA DI SENDANGSONO. Dalam undangan tersebut disebutkan bahwa acara tersebut diadakan pada tanggal 14 April 2010. Terkait dengan berita dan undangan tersebut, ada beberapa hal perlu kami sampaikan:



1. Sejauh data dan sejarah untuk Gua Maria Sendangsono, tidak pernah diceriterakan [atau bahkan ditegaskan secara resmi] mengenai penampakan Bunda Maria di Sendangsono sebagai wahyu umum. Memang harus diperhatikan menurut kacamata iman, klaim penampakan yang pernah terjadi sekitar tahun 1995.

2. Sendangsono menjadi gua Maria yang tersohor bukan karena penampakan Ibu Maria, namun terkait dengan sejarah pembaptisan pertama sebanyak 171 orang di Sendangsono oleh Rm Van Lith. Peristiwa pembabtisan inilah yang menjadi salah satu tonggak sejarah perkembangan umat di Keuskupan Agung Semarang. Bahwa banyak orang terbantu dalam iman kepercayaan dan penyerahan kepada Tuhan Yesus melalui Bunda Maria, karena berziarah di Sendangsono, inilah buah iman yang kita syukuri.

3. Panitia Peziarahan Sendangsono tidak pernah mengadakan perayaan dan kegiatan resmi, seperti misalnya jalan salib. Jika ada kegiatan atau undangan untuk memperingati penampakan, undangan tersebut BUKAN DARI PENGURUS PEZIARAHAN SENDANGSONO

4. Oleh karena itu, silahkan jika para peziarah ingin melakukan peziarahan di Sendangsono. Namun hendaknya tidak mengaitkan peziarahan dengan peringatan 15 tahun penampakan di Sendangsono.


| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | Next> Last>>

Ads by AdituSoft
boston smart lipo