GRAND DESIGN SENDANGSONO 
Thursday, June 11, 2009, 17:07 - SEJARAH
Posted by Administrator
VISI:
MENCIPTAKAN KEHENINGAN BERSAMA SANG BUNDA
DEMI IMAN YANG SEMAKIN MENGAKAR

MISI:
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, ada beberapa point penting yang perlu dicatat:
1. Menciptakan Keheningan
Salah satu keunggulan dan karakteristik peziarahan Sendangsono adalah keheningan. Dari dirinya sendiri, keheningan sudah ada. Karena hadirnya banyak orang, keheningan dapat berubah menjadi keramaian. Untuk itu, keheningan perlu diciptakan untuk mendukung para peziarah yang ingin berdoa dalam keheningan. Langkah yang harus dibuat adalah menciptakan suasana peziarahan Sendangsono sebagai tempat doa. Beberapa langkah konkret yang dapat dibuat:
a. Memperbaharui plakat-plakat pengumuman untuk menjaga keheningan. Plakat-plakat yang sudah ada terlalu kecil dan tidak mengundang mata untuk melihat.
b. Menambah papan-papan penunjuk untuk memberikan kemudahan akses bagi para peziarah.
c. Pada malam dimana banyak pengunjung, petugas jaga HARUS berani memberikan teguran dan peringatan kepada para peziarah yang ramai.
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dibangun untuk menciptakan kesan dan nuansa bahwa para peziarah berada dalam kompleks peziarahan. Selain memberikan kesan, penambahan beberapa sarana dan prasarana ini memberikan kemudahan kepada para peziarah. Beberapa hal tersebut adalah:
a. Meneruskan pembangunan gapura masuk di sebelah Timur, dekat kamar mandi dan WC. Keberadaan gapura pembatas ternyata mengundang kekaguman dari para peziarah sekaligus mampu menciptakan suasana keindahan dan memiliki nuansa yang teduh. Pembangunan gapura sisi Timur ini memiliki konsekuensi: tempat itu sering dipakai oleh para pedagang untuk berjualan. Supaya tidak berkelanjutan, harus diciptakan sistem supaya para pedagang ini keluar dari kompleks tersebut.
b. Mengadakan tempat khusus untuk petugas jaga. Kiranya tempat yang paling strategis untuk pos keamanan adalah dekat gerbang Timur yang belum dibangun. Tempat ini cocok karena lalu lintas peziarah banyak dari sisi jalan yang ada di depannya. Keberadaan pos jaga ini tentu akan memberi rasa nyaman kepada para peziarah; memudahkan pengurus untuk melakukan kalkulasi jumlah pengunjung; serta para pedagang yang biasa mangkal di situ akan terusir dengan sendirinya.
c. Jika pos penjagaan sudah dibangun, maka perlu ada karyawan khusus. Kiranya dua sampai tiga tahun ke depan, keberadaan karyawan keamanan semakin dibutuhkan. Apalagi jika dikalkulasi dengan biaya yang dikeluarkan untuk petugas keamanan dari Kantibmas jatuhnya lebih murah.
d. Akses jalan masuk sesudah gapura Blabak masih jelek. Akses jalan ini perlu direnovasi sehingga semakin membantu para peziarah dalam perjalanan menuju ke Sendangsono; memberikan nuansa kepada para peziarah bahwa mereka mulai masuk ke kompleks Sendangsono; dan memberikan kenyamanan karena semkian tertatanya akses menuju Sendangsono. Salah satu bentuk yang dapat dibuat adalah membuat jalan dengan ornament batu kotak supaya matching dengan gapura yang udah ada. Usaha penataan jalan ini harus dibarengi juga dengan penyadaran kepada masyarakat di sekitar kompleks itu untuk menata lingkungan.
e. Meneruskan penataan sungai yang melintas di kompleks peziarahan Sendangsono. Usaha membangun dam-dam kecil harus diteruskan. Dam-dam kecil ini ternyata memiliki multifungsi: dapat dipakai untuk kolam ikan dan menciptakan suasana khas pedesaan. Dengan adanya dam-dam kecil ini, para peziarah dapat berlama-lama menikmati Sendangsono. Dari gemericik air mengalir juga akan tercipta suasana yang membantu keheningan. Usaha ini pun perlu dibarengi dengan penyadaran kepada masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungan, khususnya tidak membuang sampah dan limbah rumah tangga ke sungai. Masyarakat perlu disadarkan untuk membuat sumur resapan sehingga air yang mengalir ke sungai sudah jernih.
f. Entah kapan dibuat, akses jalan salib dari Gereja Promasan juga perlu ditata dengan baik. Penataan akses jalan ini dapat melibatkan umat paroki sehingga ada hubungan timbal balik antara Sendangsono dan paroki Promasan. Yang patut dicatat: penataan akses jalan bukan dengan diaspal, tetapi akses jalan ini harus dibuat menyatu dengan penataan peziarahan Sendangsono.

2. Peran Bunda Maria
Peziarah menyakini bahwa Maria adalah pengantara rahmat dan doa kepada Allah. Dari doa-doa yang sempat direkam selama ini, sebagian besar peziarah memohon kesuksesan dalam usaha, ketentraman rumah tangga, jodoh, dan perlindungan dalam hidup. Tentu masih ada doa-doa lain yang dihaturkan namun semuanya bermuara pada keyakinan bahwa Bunda Maria menjadi penolong dan pengantara kepada kesatuan dengan Bapa di sorga. Yang terkait dengan keyakinan tersebut adalah air Sendangsono. Hampir sebagian besar peziarah pasti membawa air Sendangsono yang sudah dimohonkan berkat kepada Bunda Maria. Untuk mendukung keyakinan ini, pengurus dapat melakukan beberapa hal:
a. Rasanya, sampai saat ini pengurus belum memberikan pelayanan pada mendoakan ujub-ujub yang disampaikan baik secara langsung maupun yang dimasukkan ke kotak dana. Bila Sendangsono memberikan kesempatan ekaristi 1 (satu) kali dalam sebulan untuk mendoakan ujud, kiranya peziarah akan merasa makin mantap dan diperhatikan. Ini sangat terkait dengan pelayanan sakramental.
b. Menciptakan suasana yang sakral di daerah pengambilan air. Suasana sakral ini dapat dibangun dengan membuat akses menuju tempat pengambilan air yang makin nyaman, aman dan bersih. Maka penataan tempat sekitar tempat pengambilan air sangat mendesak dilakukan.
c. Jauh lebih dalam adalah bagaimana memelihara dan merawat air agar tetap bersih dan sumbernya abadi. Rasanya, sumber air yang digunakan untuk pembaptisan I makin mengecil. Pada saat peziarah “mbudak”, air asli sudah tidak mencukupi. Biasanya, kolamnya ditambahi air dari sumber belakang goa.

3. Iman yang Semakin Mengakar
Hakekat keberadaan Sendangsono adalah semakin mengakarnya iman umat. Hal ini dapat ditilik dari sejarah awal Sendangsono yang menjadi tempat pembabtisan I. Dari Sendangsono, iman katolik tersebar ke penjuru tanah air. Dalam rangka semakin mengakarkan iman, langkah yang dapat dibuat adalah dengan melihat dan merefleksikan sarana-sarana yang dapat membantu umat untuk semakin menghayati imannya.
a. Pelayanan Rohani
Kiranya pelayanan rohani di Sendangsono merupakan pelayanan yang mendesak untuk dibuat. Tidak jarang, para peziarah datang ke Sendangsono dengan segudang persoalan dan pertanyaan. Bagaimana mereka ini dibantu? Hal yang mungkin dilakukan adalah menyediakan pelayanan:
- Sakramental: Ekaristi dan Pengakuan Dosa
- Konseling
Pelayanan ini tidak dapat dibuat oleh awam. Pelayanan ini milik imam. Untuk itu, dibutuhkan imam yang punya perhatian dan hati di Sendangsono.
b. Pelayanan Informasi
Informasi merupakan faktor penting. Sendangsono perlu memikirkan pelayanan informasi macam apakah yang akan diberikan kepada para peziarah. Informasi yang diberikan harus utuh dan komprehensif sehingga pengetahuan yang diberikan mampu membantu peziarah untuk mengerti Sendangsono. Ujungnya, mereka akan semakin disadarkan akan kekayaan iman yang tersembunyi di Sendangsono. Semakin para peziarah mengerti kekayaan iman di Sendangsono, semakin mereka berakar dalam iman. Beberapa hal yang dapat dibuat:
- Membuat buku khusus tentang Sendangsono
- Membuat brosur-brosur
- Membuat dokumentasi filosofis mengenai konsep Sendangsono (VCD/DVD)
- Membuat museum mini mengenai kekayaan arsitektur atau pun kekhasan Sendangsono
c. Budaya Lokal
Iman tumbuh dan berkembang dalam budaya lokal. Sendangsono harus berpikir dan memikirkan untuk memberikan tempat bagi mekarnya budaya local. Budaya lokal, jika diterangi dalam iman akan menjadi sarana yang efekatif dalam pewartaan
d. Lingkungan Hidup
Salah satu alasan mengapa arsitektur Romo Mangunwijaya PR mendapatkan penghargaan AIA adalah karena kepedulian beliau pada lingkungan hidup. Lingkungan hidup ditata sedemikian rupa sehingga memberikan kesan tidak merusak alam. Potensi alam yang ada di Sendangsono dimanfaatkan dengan baik: kontur tanah, pohon-pohonan, sungai dan alam sekitar. Romo Mangunwijaya PR tidak pernah mengkonsep Sendangsono terpisah dari lingkungan sekitar. Maka pembatas kompleks tidak dibangun dengan pagar yang tinggi melainkan disatukan dengan tanaman. Untuk itu, perlulah diadakan usaha-usaha untuk melestarikan lingkungan hidup. Beberapa hal yang dapat dilakukan:
- Bersama masyarakat sekitar menghidupkan penghijauan dan cinta akan tanaman
- Dam-dam kecil dapat digunakan untuk perikanan. Selain sebagai hiasan, perikanan menjadi cermin menjaga kelestarian makluk hidup.
- Pengelolaan sampah secara professional: pemisahan dan pengolahan sampah demi kesejahteraan bersama.
- Menyediakan tempat-tempat sampah yang reprentatif dan dapat mendorong peziarah untuk memilah sampah organik dan anorganik


A PILGRIMAGE TO "GOA MARIA LOURDES" SENDANGSONO 
Saturday, August 23, 2008, 12:39 - SEJARAH
Posted by PEZIARAHAN SENDANGSONO
PROFILE

Name : Goa Maria Lourdes Sendangsono
Bulit : 1927 to 1929
Inaguration : December 8, 1929 by P. JB. Prennthaler, SJ; P. V. Kalken, SJ; and P. FX. Satiman, SJ.
Managed by : The Sendangsono’s Caretakers of Pilgrimage
Location : Semagung, Banjaroya, Kalibawang, DIY
Mail Address : Promasan, Pos 2 Kalibawang, Kulon Progo, DIY 55672. Read More...

SEJARAH SENDANGSONO 
Saturday, August 23, 2008, 12:32 - SEJARAH
Posted by PEZIARAHAN SENDANGSONO
DATA SINGKAT

Nama : Goa Maria Lourdes Sendangsono
Dibuat : Tahun 1927 – 1929.
Diresmikan : 8 Desember 1929
Oleh : Rama JB. Prennthaler, SJ.
Rama V. Kalken, SJ.
Rama FX. Satiman, SJ.
Pengelola : Pengurus Peziarahan Sendangsono
Alamat : Ds Semagung, Desa Banjaroya, Kec. Kalibawang, Kab.
Kulon Progo, DIY.
Alamat Surat: Promasan, Pos 2 Kalibawang, KP, DIY 55672
Read More...

SEKILAS SEJARAH PEMBANGUNAN KOMPLEKS PEZIARAHAN SENDANGSONO 
Friday, July 11, 2008, 02:45 - SEJARAH
Posted by PEZIARAHAN SENDANGSONO
Jika kita berkeliling di kompleks peziarahan sendangsono, kita akan menjumpai sebuah prasasti dengan tulisan:
“Ikatan Arsitek Indonesia menganugerahkan IAI AWARD 1991: Penghargaan Karya Arsitektur Terbaik 1991 kepada Bangunan Ini untuk Kategori Bangunan Khusus Usaha Penataan Lingkungan”.
Prasasti ini dipasang di dekat jembatan masuk menuju pelataran sendangsono. Prasasti ini menjadi saksi dan sekaligus bukti keindahan Sendangsono dari sudut pandang arsitektur. Sendangsono menjadi ikon penataan bangunan yang tidak merusak lingkungan. Penataan kompleks peziarahan sendangsono sangat menekankan aspek harmoni dengan alam. Read More...

BARNABAS SARIKROMO 
Saturday, July 5, 2008, 02:52 - SEJARAH
Posted by PEZIARAHAN SENDANGSONO


Siapakah dia? Apakah tokoh ini demikian penting sehingga ditulis secara khusus pada bagian ini? Mungkin kita pernah mendengar namanya, tetapi kita belum pernah mengenal wajahnya. Tokoh ini memang terkenal sebagai seorang katekis awal di Kalibawang. Dari kegigihannya menjadi seorang katekis, tumbuhlah benih-benih iman di Jawa. Bagaimana kisah hidupnya? Read More...

WASTU 
Saturday, July 5, 2008, 02:35 - SEJARAH
Posted by PEZIARAHAN SENDANGSONO
Dasar tulisan ini adalah romantisme peziarahan di masa lalu. Sebuah kerinduan yang mendalam akan makna peziarahan yang merasuk ke dalam batin dan terus membasahi kekeringan batin untuk berjumpa dengan Allah melalui Sang Bunda. Read More...


| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |