SARASEHAN TENTANG PILIHAN PRESIDEN 
Sunday, June 21, 2009, 10:09 - PAROKI
Posted by superadmin [Administrator]
Minggu, 21 Juni 2009, Paroki Promasan mengadakan kegiatan SARASEHAN MENYONGSONG PILIHAN PRESIDEN 2009. Tema yang diusung sarasehan adalah “Menyiasati pilihan yang Tidak Mudah”. Latar belakang diadakannya sarasehan ini adalah adanya pesta demokrasi Pemilihan Presiden bulan Juli yang akan datang. Melalui sarasehan ini, umat diajak untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut secara aktif, sadar, dan mengerti akan pilihannya. Dengan demikian, sarasehan ini menjadi sarana pembelajaran politik bagi umat.
Sarasehan politik ini diberikan oleh Rm. Edy Purwanto Pr. Umat yang diundang dalam saresehan politik ini adalah perwakilan dari Lingkungan di Paroki Promasan dan tokoh-tokoh Lingkungan. Diundang juga perwakilan-perwakilan dari Paroki-paroki sekitar Promasan: Paroki Boro, Paroki Nanggulan, Paroki Wates, Paroki Sedayu, Paroki Gamping, Paroki Bantul, Paroki Ganjuran.
Dalam paparannya, Rm Edy mengajak untuk melihat profil calon-calon Presiden dan wakilnya. Umat diajak untuk mengerti dan memahami sungguh karakter dan visi-misi masing-masing calon. Dengan mengerti sungguh, umat semakin bisa memberikan pilihannya secara tepat. Untuk membuka diskusi, Rm Edy mengajak melihat tanggung jawab dalam Pilihan Presiden. Untuk berpartisipasi dalam PilPres 2009, umat harus:
• TAHU à apa pemilu, siapa calon yang dipilih, aturan-aturan, konsekuensi, dll.
• SADAR à tidak ikut-ikutan.
• BEBAS à tidak karena uang/suap, tidak karena takut oleh intimidasi, dll.
• BERTANGGUNGJAWAB à tahu konsekuensi dan kewajiban selanjutnya, tidak berhenti di TPS.

Jalannya sarasehan cukup menarik. Diselingi gurauan, materi disampaikan secara segar. Dengan demikian, umat semakin terbantu untuk mendalami masing-masing calon. Para peserta sarasehan pun memberikan tanggapan dan pertanyaan kepada Rm Edy dengan beragam pula. Moga-moga, sarasehan ini memberikan pencerahan kepada umat sehingga umat semakin menggunakan hal pilihnya secara cerdas.


PERAYAAN PENERIMAAN KOMUNI PERTAMA 
Friday, June 19, 2009, 02:36 - PAROKI
Posted by PEZIARAHAN SENDANGSONO
Pagi itu, udara cerah sekali. Ketika pagi baru merekah, anak-anak sudah sibuk mempersiapkan diri. Ada sebagian anak-anak yang sudah siap di depan gereja menunggu misa mulai. Sejak pukul 06.30 mereka sudah baris menyiapkan diri masuk gereja. Itulah anak-anak Promasan yang akan menerima Sakramen Komuni pertama, bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, 14 Juni 2009.
Perayaan ekaristi dimulai pukul 07.00. Dengan khusuk dan kidmat, mereka berjalan menuju ke barisan depan tempat duduk di gereja. Arak-arak terlihat panjang karena selain anak-anak penerima komuni juga ada tarian cucuk lampah, misdinar, prodiakon dan para imam. Selama perayaan ekaristi mereka sangat serius.
Perayaan ekaristi berlangsung meriah. Perayaan ekaristi dipimpin oleh Rm. Agustinus Ariawan Pr dan didampingi oleh Rm. YS. Witokaryono Pr. Dalam kotbahnya, Romo Wito mengajak umat untuk makin menghayati iman kristiani yang harus selalu diwujudkan dalam kehidupan nyata sehari-hari. Ketika penerimaan komuni I, anak-anak diperkenankan menerima dua rupa (roti dan anggur). Mereka baris ke depan satu-satu menerima Tubuh Kristus.
Sebelum menerima komuni pertama, mereka sudah dipersiapkan sejak bulan Januari dengan pelajaran agama, latihan aktif dalam kegiatan kegerejaan. Menjelang penerimaan, mereka dipersiapkan dengan ujian tertulis dan wawancara, pengakuan dosa dan triduum. Mereka juga dikenalkan dan dilatih menghayati ekaristi. Mereka belajar mengenai tata perayaan ekaristi. Hingga akhirnya mereka serjumlah 87 orang diperkenankan menerima komuni I.
Setelah perayaan ekaristi, ada ramah tamah yang dihadiri oleh anak-anak dan orang tua atau walinya. Aneka penampilan seperti paduan suara SMPK Promasan, nyanyi dan organ tunggal dari anak-anak serta kesenian tradisional disuguhkan. Panitia sengaja menampilkan anak-anak penerima komuni dengan harapan mereka makin mantap dalam menghayati imannya.


CARANGAN KETOPRAK 50th PAROKI PROMASAN 
Monday, March 9, 2009, 14:58 - PAROKI
Posted by Administrator
Lakon ketoprak dalam rangka 50tahun paroki promasan

HANJOEMENENGAKEN KRATON DALEM

Tujuan: mendorong segenap lapisan umat untuk bersatu padu membangun Kerajaan Allah yang ditandai dengan guyub, rukun, bersatu padu untuk bersama-sama mencapai kesejatian hidup

Adegan I
1. setting: keluarga desa (bapak, simbok, dengan anak laki-laki dan anak perempuan)
2. topik pembicaraan: keluarga tersebut berbicang-bincang mengenai aneka kesulitan hidup yang dialami di keluarga dan di tengah masyarakat kadipaten Jati Kembar. Dalam pembicaraan tersebut, si anak mempunyai keinginan untuk ngenger ke Kadipaten yang sedang ingin membangun Kadipaten dan melakukan jumenengan. Datang perwira yang menawarkan pekerjaan di kadipaten.

Adegan II:
1. setting: Kadipaten
2. topik: membicarakan situasi kraton/ rakyat yang tidak mematuhi segala kebijakan yang dibuat oleh kadipaten. Rakyat tidak mau membayar pajak. Endingnya, patih diutus untuk menyelesaikan persoalan kraton tersebut.

Adegan III:
1. setting: cakruk
2. topik: mebiacarakan persoalan hidup dan aneka ngudar rasa. Endingnya anak laki-laki datang dan mengajak mereka untuk menemani si anak ke kadipaten.

Adegan IV:
1. setting: kelompok penjahat
2. topik: pada bagian awal, para pemimpin kelompok memperbincangkan perekrutan massa yang sudah mereka lakukan. Aneka hadiah yang akan mereka terima dari Sang Pemimpin atas keberhasilan mereka, dll. Datanglah Patih yang meminta pertanggungjawaban atas kerja mereka. Patih diajak untuk melihat latihan. Situasi latihan. Selesai latihan, para pengikut memperbincangkan keanehan yang mereka rasakan. Mereka kok berlatih perang, dll. Tetapi mereka tidak menemukan jawaban atas semua itu. Karena capek, mereka beristirahat. Hanya si anak yang tidak bisa tidur. Lalu datanglah Pendita yang mengajarkan mengenai hakekat pelayanan. Anak diajak untuk melihat makna pengabdian: tujuan sudah benar, tetapi jalannya keliru.

Adegan V:
1. setting: keluarga
2. Topik: memperbincangkan nasib anaknya yang ngenger ke kadipaten. Datang perwira yang menawarkan pekerjaan di kadipaten. Mereka kaget karena anaknya sudah ngenger tapi kok belum sampai kadipaten. Sang bapak mengutus anaknya perempuan untuk mencari anaknya laki-laki dengan ditemani sang perwira.




Adegan VI:
1. setting: tengah perjalanan
2. topik: anak perempuan dan perwira dicegat rombongan penjahat. Terjadi pertempuran dan perwira kalah. Tapi tidak sampai mati. Lalu perwira melaporkan kejadian kepada adipati dan si anak perempuan dibawa ke kamp penjahat. Di sini bertemu dengan kakaknya dan mereka melarikan diri untuk mengabdi ke kadipaten.

Adegan VII
1. setting: kadipaten
2. topik: sang adipati meminta pertanggungjawaban patih atas tugas yang sudah diberikan. Semua baik-baik saja. Lalu datanglah perwira yang melaporkan mengenai kejadian yang sedang dialaminya. Patih kembali diutus untuk mengusut peristiwa itu. Setelah patih pergi, datanglah anak laki-laki dan adiknya. Mereka melaporkan peristiwa yang sudah dialami dan menyatakan niatnya untuk mengabdi di kadipaten. Pengabdian si anak diterima jika bisa menuntaskan bebendu yang sedang dialami kadipaten. Si anak menerima tawaran itu.

Adegan VIII:
1. Setting: perjalanan
2. topik: dalam perjalanan mencari para penjahat, si anak dihadang sekawanan penjahat. Terjadi peperangan. Si anak menang. Lalu si anak berperang dengan pemimpinnya, yaitu patih. Si anak menang. Lalu datanglah adipati dan rombongannya. Pendita muncul dengan memberikan wejangan mengenai hakekat pengabdian; makna hanjoemenengaken Kraton Dalem; ajakan bersama-sama njoemenengaken Kraton Dalem supaya kehidupan semakin hari semakin baik.

Pemain:
1. Bapak: Sumorejo
2. Simbok Sumorejo
3. Nawangsari
4. Adipati Jatikusumo
5. Permaisuri
6. Patih
7. Penasehat
8. Tumenggung Wira Sendhika
9. Tumenggung Wira Yudha
10. Pendhita Witobuwana
11. grasak Harjoselak
12. grasak Joyoendho
13. grasakJoyomingkuh
14. grasak Harjoiguh
15. Kadipaten Jati Kembar
16. Desa Tawangsari
17. Alas Miri Amba


50 tahun PAROKI PROMASAN 
Friday, February 6, 2009, 23:09 - PAROKI
Posted by superadmin [Administrator]
Latar Belakang
Umat beriman Promasan lahir sejak peristiwa Baptisan 1904. Keuskupan juga menetapkan peristiwa tahun 1904 sebagai tonggak berdirinya Gereja Katolik berciri Jawa. Sejak saat itu Gereja Katolik Promasan tumbuh berkembang dan mandiri. Kemandirian itu ditegaskan pengakuan Keuskupan Agung Semarang sebagai paroki mandiri sejak 1959. Kini usia paroki Promasan sudah 50 tahun. Bila dilihat dari awal mulanya, usia umat Katolik di Promasan sudah 105 tahun. Kita mempunyai tempat ibadah sudah selama 69 tahun.
Dari sisi usia, kita dapat merenungkan dua hal. Pertama, kita yakin bahwa dalam kurun waktu yang lama itu pastilah Allah sendiri yang berkarya, mendampingi dan menuntun. Allah selalu setia melimpahkan berkat. Kita juga yakin bahwa Allah sendiri yang menanamkan, menumbuhkan dan menjagai iman kita. Kedua, kurun waktu itu juga mencerminkan usaha umat Promasan menghidupi, mengembangkan dan melestarikan iman. Iman sebagai rahmat telah ditanggapi dan dikembangkan dengan pelbagai cara dan bentuk. Itulah dimensi hidup beriman kita: Allah berkarya dan umat menanggapi. Mengutip Rm. Van Lith, dinamika itu dapat dirumuskan sebagai proses ”HANJOEMENGAKEN KRATON DALEM”.
Proses hanjoemenegaken Kraton Dalem itu juga masih berlangsung hingga saat ini. Dalam arti ini, umat beriman Promasan sedang membangun Gereja sebagai peristiwa sebagaimana dilontarkan oleh Mgr. I. Suharyo. Pertanyaan bagi kita sekarang ini, bagaimana kita memaknai/memberi arti pesta emas paroki ini? Apakah hanjoemenengaken Kraton Dalem masih kita lanjutkan? Jur piye?

Tujuan
Hanjoemenengaken Kraton Dalem berarti memperjuangkan dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah sebagai sumber inspirasi dan cita-cita pembangunan hidup bersama. Dalam kaitan dengan tujuan utama itu, dua hal menjadi fokus perhatian:
1. tumbuhnya pribadi-pribadi yang beriman Katolik tangguh dan bermutu.
2. hidup bersama yang makin solider dan rela berkorban bagi kesejahteraan bersama.

Bidang Kegiatan
1. Pentas: pengembangan humaniora.
a. Lomba nyanyi tunggal PIA
b. Lomba nyanyi tunggal PIR
c. Lomba mewarnai
d. Lomba melukis
e. Pentas seni ketoprak
2. Refleksi lingkungan: menemukan jejak perkembangan dan membangun lingkungan.
a. Mengolah data dan kekayaan rohani lingkungan
b. Dokumentasi kekayaan rohani
3. Perayaan liturgi: syukur atas penyelenggaraan ilahi: proses Hanjoemenengaken Kraton Dalem.
a. Hari Paroki
b. Pekan Suci
c. HPS
d. Natal
4. Aksi bersama: tanggapan atas syukur dan membuat sejarah Gereja Promasan.
a. Prapaskah
b. HPS
c. Adven

Agenda Kegiatan:
1. Minggu, 1 Februari 2009 Lomba Nyanyi Tunggal PIA
2. Minggu, 8 Februari 2009 Lomba Nyanyi Tunggal PIR
3. Minggu, 15 Februari 2009 Ekaristi Hari Paroki
Lomba Mewarnai
Lomba Melukis
4. Sabtu, 21 Februari 2009 Seleksi Nominasi PIA / PIR
Kethoprak Humor
5. Minggu, 22 Februari ‘09 Pasar Murah
Pengobatan Gratis
6. Masa Prapaskah Aksi Bersama
7. Minggu, 5-12 April 2009 Pekan Suci
8. Juni Mg 3– Juli mg 2 Refleksi lingkungan
9. Minggu, 18 Oktober 2009 Ekaristi HPS
Oktober 2009 Aksi HPS
10. Desember Aksi Adven
11. 25 Desember Ekaristi Natal




HALANGAN NIKAH 
Thursday, July 24, 2008, 04:37 - PAROKI
Posted by superadmin [Administrator]
HALANGAN-HALANGAN NIKAH GEREJAWI

Dalam setiap pengumuman pernikahan di Gereja, selalu dikata-kan “Yang mengetahui halangannya dimohon lapor kepada pastor paroki”. Tujuan pengumuman ini memang untuk mencari kepastian bahwa pasangan yang hendak menikah itu tidak mempunyai halang-an apa-apa dan bisa menikah dengan sah. Sayangnya, umat Katolik banyak yang belum tahu atau kurang memahami apa yang dimak-sudkan dengan halangan nikah itu. Semoga uraian ringkas di bawah ini dapat sedikitnya membantu kesulitan itu.
Melalui kanon 1083-1094, dalam Kitab Hukum Kanonik 1983, di-tentukan adanya 12 halangan nikah, yang membuat seseorang tidak mampu untuk melangsungkan pernikahan secara sah. Read More...

TUGAS PELAYANAN PRODIAKON 
Tuesday, July 8, 2008, 04:38 - PAROKI
Posted by PEZIARAHAN SENDANGSONO
1. PENGERTIAN DAN SEJARAH

1. Sejarah istilah Prodiakon
- Th. 1966, digunakan istilah ‘diakon awam’
- Th. 1983, “diakon Awam”  diakon paroki  awam yang ditugaskan, diambil dan dibaktikan pada pelayanan paroki tertentu. Read More...

MISDINAR 
Tuesday, July 8, 2008, 04:34 - PAROKI
Posted by PEZIARAHAN SENDANGSONO
PRINSIP-PRINSIP UMUM

1. Persiapan
Saat persiapan merupakan saat kedatangan di Gereja sampai dengan sebelum perarakan masuk. Petugas misdinar harus datang lebih awal untuk mempersiapkan diri: ganti pakaian, menyiapkan dan mengecek segala perlengkapan yang akan digunakan dalam perayaan ekaristi. Persiapan pribadi ini tidak hanya mempersiapkan apa yang kelihatan, tetapi juga mempersiapkan hati. Read More...


| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | Next> Last>>