Sugeng Enjang 
Monday, March 29, 2010, 01:46 - BUKUTAMU/FAQ
Posted by Ignatius
Sugeng Enjang,

Bergembira rasanya ketika menemukan situs ini secara tidak sengaja. Sendangsono dari masa ke masa .... ada banyak perubahan, brkli dari sisi umatnya juga, yg dulunya hening dan umatnya sangat khusus: dgn niat yg hanya untuk menyembah Tuhan dan memuliakan-Nya, saya ingat bgmn ibunda dari sby thn 1977 dlm kondisi sakit jantung berat berhasil "mendaki" sambil jalan salib (wafat 1 mgg kemudian ketika saya 18 thn dgn 8 org adik) ... maka keheningan itu kadang2 ilang krn kemajuan jaman, ziarek, bunyi musik, bisnis yg marak disekitarnya ... ah Sendangsono yg selalu rindu untuk datang kembali.....

nderek ersaning Gusti & berkah Dalem
chr

Current Comment / Jawab / Response :
No Comment_ByComment Content
1PEZIARAHAN SENDANGSONOTerima kasih Bpk Chr sudah mengunjungi web kami. Semoga informasi dari kami meski kadang terlambat dalam mengobati kerinduan bapak. Kami berusaha untuk tidak tergiur dengan aneka macam tawaran pengembangan yang mementingkan rekreasi. Kami justru ingin agar umat menemukan iman yang sejati di Sendangsono. salah satunya adalah kami menyediakan jalan khusus bagi para pengguna kursi roda. Pra difabel sekarang sudah dapat berdoa di depan goa, bukan dari kejauhan.

kangen 
Saturday, March 27, 2010, 11:06 - BUKUTAMU/FAQ
Posted by fransisca
sendang sono mempunyai sejarah yg tak terlupakan dalam hidupku....
aq ziarah pertama dengan orang yang sekarang mendampingi hidupku di sendang sono....disana juga Tuhan memperkuat jawaban dr permohonan doa2ku selama ini....dan dr sejak itu...hubungan kami semakin menunjukkan jalan yg jelas....sampai saat ini kami dipersatukan Tuhan dengan sakramen pernikahan...dan puji Tuhan kami telah di karuniai putra yang sangat lucu yg sekarang berumur 10 bulan...tp sayang putra kami belum pernah ke sendang sono dikarenakan jarak yg jauh...semoga untuk waktu kedepan kami sekeluarga bisa datang kembali ke sana....Tuhan Berkati kita semua....amien

Current Comment / Jawab / Response :
No Comment_ByComment Content
1PEZIARAHAN SENDANGSONOSelamat ulang tahun pernikahan dan ulang tahun berkat melimpah dari Tuhan lewat Bunda Maria. Kami ikut bergembira. Semoga lain waktu bisa ke Sendangsono. Kami berusaha agar Sendangsono makin dicintai umat tanpa harus meninggalkan ciri khasnya yang hening, sejuk dan alami.

NDABLEGKAH? 
Thursday, March 25, 2010, 00:49 - RENUNGAN
Posted by superadmin [Administrator]
“Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa!” (Mrk 9:19)



Kerassssssssssss..... Sambil senyum-senyum, aku mentertawakan diriku sendiri: jangan-jangan aku termasuk yang hanya bisa diusir dengan doa... hahahahaha.... dari pertanyaan ini, mengalirlah permenunganku.

Mengapa hanya bisa diusir dengan berdoa. Terlalu beratkah? Rasanya kok emang terlalu berat sehingga hanya bisa diusir dengan doa. Yang terlalu berat, menurut aku, adalah NDABLEG. Aku agak sulit menterjemahan dan mengartikan kata ndableg ini. Biarlah tertulis seperti itu saja. Ada banyak contoh yang bisa disebutkan. Semua orang tau, klo tempat menaruh sampah itu di tempat sampah. Tapi kenapa ketika kita naik mobil lalu membuka jendela dan berrrrrrrrrrrrrrrr... sampah melayang entah kemana. Semua orang tau, klo mencuri itu dilarang. Tetapi kenapa masih ada saja orang yang melakukan aksi pencurian.. Dasar ndableg! Tau klo salah, tapi tetep aja dilakukan.

Mengapa dengan doa? Banyak orang bisa memberikan kesaksian bahwa doa yang dipanjatkan dengan sepenuh hati akan memiliki daya ubah yang luar biasa. Kalau pun tidak memiliki daya ubah untuk orang lain, akan mengubah diri sendiri. Dalam doa-doa kita, Allah berkarya secara luar biasa.

Ada seorang sahabat yang bertanya, “Mo, kok doaku itu-itu saja ya? Kadang jadi males.. bosen!”. hmmm... Mengapa bisa demikian? Ada berbagai kemungkinan: doa sejauh ada lama teks dan hafalan, doa sama dengan permohonan dan yang diminta cuma itu-itu melulu, de el el. Karenanya doa menjadi sebuah ritus yang membosankan. Bisa jadi lalu timbul pikiran, “Ah, Tuhan sudah tau!” Akhirnya malah tidak berdoa. Sekali lagi NDABLEG! Hehehehehe... Tentu kita pingin doa-doa kita menjadi doa yang hidup. Nah, doa itu pertama-tama syukur. Kalau doa itu adalah syukur kita, maka apa yang kita buat dan lakukan setiap hari merupakan bahan doa yang tak akan pernah habis, apalagi membosankan.

Ndablegkah Anda?


INFORMASI PENTING 
Thursday, March 25, 2010, 00:17 - NEWS/BERITA
Posted by superadmin [Administrator]
Dalam beberapa minggu ini beredar undangan dan juga pertanyaan kepada Pengurus Peziarahan Sendangsono mengenai PERINGATAN 15 TAHUN PENAMPAKAN BUNDA MARIA DI SENDANGSONO. Dalam undangan tersebut disebutkan bahwa acara tersebut diadakan pada tanggal 14 April 2010. Terkait dengan berita dan undangan tersebut, ada beberapa hal perlu kami sampaikan:



1. Sejauh data dan sejarah untuk Gua Maria Sendangsono, tidak pernah diceriterakan [atau bahkan ditegaskan secara resmi] mengenai penampakan Bunda Maria di Sendangsono sebagai wahyu umum. Memang harus diperhatikan menurut kacamata iman, klaim penampakan yang pernah terjadi sekitar tahun 1995.

2. Sendangsono menjadi gua Maria yang tersohor bukan karena penampakan Ibu Maria, namun terkait dengan sejarah pembaptisan pertama sebanyak 171 orang di Sendangsono oleh Rm Van Lith. Peristiwa pembabtisan inilah yang menjadi salah satu tonggak sejarah perkembangan umat di Keuskupan Agung Semarang. Bahwa banyak orang terbantu dalam iman kepercayaan dan penyerahan kepada Tuhan Yesus melalui Bunda Maria, karena berziarah di Sendangsono, inilah buah iman yang kita syukuri.

3. Panitia Peziarahan Sendangsono tidak pernah mengadakan perayaan dan kegiatan resmi, seperti misalnya jalan salib. Jika ada kegiatan atau undangan untuk memperingati penampakan, undangan tersebut BUKAN DARI PENGURUS PEZIARAHAN SENDANGSONO

4. Oleh karena itu, silahkan jika para peziarah ingin melakukan peziarahan di Sendangsono. Namun hendaknya tidak mengaitkan peziarahan dengan peringatan 15 tahun penampakan di Sendangsono.

Dalam Hening 
Thursday, March 4, 2010, 14:52 - BUKUTAMU/FAQ
Posted by Kelana
Angin semilir mengibarkan helaian mahkota kepala
Dingin menusuk tulang keriput
tepekur dalam hening
untaian manik-manik persepuluhan tergenggam erat
bibir berkerut mendaraskan sembah dan bakti

dirindukan keheningan bersama suara binatang malam
berpadu memecah keheningan malam
bersama seruan doa

tak ada teriakan canda dan tawa
tak ada jeritan
tak ada sorak sorai
tak ada genjrengan gitar
hening
tepekur dalam doa
bersama untaian manik persepuluhan

sendangsono
adakah tersisa keheningan dalam keramaian



Current Comment / Jawab / Response :
No Comment_ByComment Content
1PEZIARAHAN SENDANGSONOThanks, puisinya. Kami menangkap kerinduan Anda untuk mendapatkan keheningan yang mendalam. Itulah pula yang sedang kami perjuangkan agar keheningan makin dirasakan karena kekuatan Sendangsono ada pada sejarah dan keheningannya. Kalau Anda mempunyai usul untuk meningkatkan keheningan, kami sangat berterinma kasih. Salam.

LIBURAN MAULID NABI DI SENDANGSONO 
Thursday, February 25, 2010, 05:27 - NEWS/BERITA
Posted by superadmin [Administrator]
Malam liburan Maulid Nabi, Sendangsono akan diadakan perayaan ekaristi mulai pukul 21.30 wib yang dipimpin oleh Rm. Agustinus Ariawan PR. Perayaan ekaristi ini merupakan kegiatan rutin tiap malam Jumat Kliwon. Biasanya ekaristi dilaksanakan pada pukul 20.00 wib tetapi karena ada mis komunikasi lalu diundur.

Minggu 28 Februari juga akan ada perayaan ekaristi peziarah dari Pekalongan untuk memperingati hari Paroki mereka. Perayaan ekaristi akan dimulai pukul 12.00 wib oleh Rm. Ag. Dwiantoro PR, Pastor Kepala Paroki Pekalongan. Ekaristi juga terbuka untuk umum.

PROSES PEMBUATAN JALUR BAGI PARA PENGGUNA KURSI RODA 
Wednesday, February 24, 2010, 15:17 - NEWS/BERITA
Posted by superadmin [Administrator]


Ada keprihatinan bahwa ada sebagian peziarah tidak dapat mengakses sendangsono, terutama mereka yang cacat atau difable. Keinginan mereka untuk berdoa di sekitar kompleks gua terhalang oleh struktur bangunan dan gaya arsitektur yang ada di kompleks Sendangsono. Kalaupun mereka dapat mencapai pelataran gua, dibutuhkan bantuan dari orang lain. Itu pun masih tidak mudah karena banyaknya trap-trap yang harus dilalui.



Menyadari keprihatinan ini, pengelola berusaha mengatasinya. Salah satu usaha untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan membangun jalan yang bisa dilalui kursi roda. Setelah mempertimbangkan segi arsitektur Sendangsono, langkah yang diambil adalah dengan mengubah trap-trap yang ada menjadi jalan miring. Rute yang dipilih adalah jalan yang menuju ke kamar mandi dan WC (jalan sisi Timur). Kemudian menuju ke taman tengah dan menuju ke palataran bawah (dekat kolam pembabtisan pertama). Harapan kami adalah bahwa mereka pun dapat berdoa jalan salip pendek dan menikmati pemandangan di sekitarnya. Jika ingin sampai ke pelataran depan gua, masih harus berjuang untuk melewati beberapa trap karena kami kesulitan untuk mengubah tempat tersebut.

Proses pembuatan jalur kursi roda ini sedang dalam proses pembuatan. Harapannya, sebelum bulan Mei, pembuatan jalur ini sudah selesai dan bisa dimanfaatkan.



<<First <Back | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | Next> Last>>