|
Wednesday, June 24, 2009, 16:14 - NEWS/BERITA
Posted by superadmin [Administrator]
Disadari atau tidak, keindahan merupakan factor yang patut diperhatikan untukk memberikan rasa nyaman dan betah. Menyadari hal ini, peziarahan Sendangsono terus berbenah. Pembenahan-pembenahan yang dilakukan, terutama untuk memperbaiki dan menciptakan bagian-bagian yang pada akhirnya akan semakin membuat para peziarah merasa aman dan nyaman berziarah ke Sendangsono. Read More...Posted by superadmin [Administrator]
|
|
Monday, June 22, 2009, 15:48 - BUKUTAMU/FAQ
Posted by menur
EM WITO..DSLM WAKTU DEKAT...SAYA AKAN KE SANA LG...DOAKAN NGGIH..BD.Posted by menur
|
|
Sunday, June 21, 2009, 10:09 - PAROKI
Posted by superadmin [Administrator]
Minggu, 21 Juni 2009, Paroki Promasan mengadakan kegiatan SARASEHAN MENYONGSONG PILIHAN PRESIDEN 2009. Tema yang diusung sarasehan adalah “Menyiasati pilihan yang Tidak Mudah”. Latar belakang diadakannya sarasehan ini adalah adanya pesta demokrasi Pemilihan Presiden bulan Juli yang akan datang. Melalui sarasehan ini, umat diajak untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut secara aktif, sadar, dan mengerti akan pilihannya. Dengan demikian, sarasehan ini menjadi sarana pembelajaran politik bagi umat. Posted by superadmin [Administrator]
Sarasehan politik ini diberikan oleh Rm. Edy Purwanto Pr. Umat yang diundang dalam saresehan politik ini adalah perwakilan dari Lingkungan di Paroki Promasan dan tokoh-tokoh Lingkungan. Diundang juga perwakilan-perwakilan dari Paroki-paroki sekitar Promasan: Paroki Boro, Paroki Nanggulan, Paroki Wates, Paroki Sedayu, Paroki Gamping, Paroki Bantul, Paroki Ganjuran.
Dalam paparannya, Rm Edy mengajak untuk melihat profil calon-calon Presiden dan wakilnya. Umat diajak untuk mengerti dan memahami sungguh karakter dan visi-misi masing-masing calon. Dengan mengerti sungguh, umat semakin bisa memberikan pilihannya secara tepat. Untuk membuka diskusi, Rm Edy mengajak melihat tanggung jawab dalam Pilihan Presiden. Untuk berpartisipasi dalam PilPres 2009, umat harus:
• TAHU à apa pemilu, siapa calon yang dipilih, aturan-aturan, konsekuensi, dll.
• SADAR à tidak ikut-ikutan.
• BEBAS à tidak karena uang/suap, tidak karena takut oleh intimidasi, dll.
• BERTANGGUNGJAWAB à tahu konsekuensi dan kewajiban selanjutnya, tidak berhenti di TPS.
Jalannya sarasehan cukup menarik. Diselingi gurauan, materi disampaikan secara segar. Dengan demikian, umat semakin terbantu untuk mendalami masing-masing calon. Para peserta sarasehan pun memberikan tanggapan dan pertanyaan kepada Rm Edy dengan beragam pula. Moga-moga, sarasehan ini memberikan pencerahan kepada umat sehingga umat semakin menggunakan hal pilihnya secara cerdas.
|
|
Friday, June 19, 2009, 02:36 - PAROKI
Posted by PEZIARAHAN SENDANGSONO
Pagi itu, udara cerah sekali. Ketika pagi baru merekah, anak-anak sudah sibuk mempersiapkan diri. Ada sebagian anak-anak yang sudah siap di depan gereja menunggu misa mulai. Sejak pukul 06.30 mereka sudah baris menyiapkan diri masuk gereja. Itulah anak-anak Promasan yang akan menerima Sakramen Komuni pertama, bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, 14 Juni 2009.Posted by PEZIARAHAN SENDANGSONO
Perayaan ekaristi dimulai pukul 07.00. Dengan khusuk dan kidmat, mereka berjalan menuju ke barisan depan tempat duduk di gereja. Arak-arak terlihat panjang karena selain anak-anak penerima komuni juga ada tarian cucuk lampah, misdinar, prodiakon dan para imam. Selama perayaan ekaristi mereka sangat serius.
Perayaan ekaristi berlangsung meriah. Perayaan ekaristi dipimpin oleh Rm. Agustinus Ariawan Pr dan didampingi oleh Rm. YS. Witokaryono Pr. Dalam kotbahnya, Romo Wito mengajak umat untuk makin menghayati iman kristiani yang harus selalu diwujudkan dalam kehidupan nyata sehari-hari. Ketika penerimaan komuni I, anak-anak diperkenankan menerima dua rupa (roti dan anggur). Mereka baris ke depan satu-satu menerima Tubuh Kristus.
Sebelum menerima komuni pertama, mereka sudah dipersiapkan sejak bulan Januari dengan pelajaran agama, latihan aktif dalam kegiatan kegerejaan. Menjelang penerimaan, mereka dipersiapkan dengan ujian tertulis dan wawancara, pengakuan dosa dan triduum. Mereka juga dikenalkan dan dilatih menghayati ekaristi. Mereka belajar mengenai tata perayaan ekaristi. Hingga akhirnya mereka serjumlah 87 orang diperkenankan menerima komuni I.
Setelah perayaan ekaristi, ada ramah tamah yang dihadiri oleh anak-anak dan orang tua atau walinya. Aneka penampilan seperti paduan suara SMPK Promasan, nyanyi dan organ tunggal dari anak-anak serta kesenian tradisional disuguhkan. Panitia sengaja menampilkan anak-anak penerima komuni dengan harapan mereka makin mantap dalam menghayati imannya.
|
|
Wednesday, June 17, 2009, 06:22 - BUKUTAMU/FAQ
Posted by antonius ermiyanto
aku sering bingung dengan agamaku. aku lebih banyak pake logika, daripada hatiPosted by antonius ermiyanto
Current Comment / Jawab / Response :
| No | Comment_By | Comment Content |
| 1 | PEZIARAHAN SENDANGSONO | thanks sharingnya mas. Penghayatan iman memang membutukan akal sehat. Artinya, kemampuan budi kita untuk memahami misteri ilahi sangat dibutuhkan. Sejauh tidak sampai pada tahap rasionalisasi, saya kira hal itu wajar. Ketika agama dijadikan alasan untuk membenarkan diri dan tindakan kita, saya kira itulah yang harus diperbaiki.Namun selama kita masih yakin akan kekuatan Allah, kita masih dijalan yang benar. Beriman membutuhkan kesadaran dan itulah fungsi akal kita. Kami ikut berdoa agar yang membuat bingung saudara segera mendapatkan jalan keluar.Semoga Bunda Maria juga menolong Anda. |
|
|
Wednesday, June 17, 2009, 02:42 - RENUNGAN
Posted by superadmin [Administrator]
Suatu saat, frater kami membagikan pengalaman live-in di tempat orang-orang yang cacat, debil, embisil, atau idiot. Di tempat seperti itu, ada saudara-saudara yang memang harus dibantu 100% untuk makan, minum, mandi, sikat gigi, memakai pakaian, dsb. Ada juga yang sudah bisa mengatur beberapa tindakan bagi dirinya sendiri. Namun justru di tempat seperti itu, para frater kami malah mendapat pengajaran ”menghormati orang lain” lewat perilaku seorang anak. Anak (cacat) tersebut setiap lewat di depan orang (entah lebih tua ataupun muda) selalu mengucapkan kata ”permisi” dengan sangat sopannya, sambil menundukan badan dan kepalanya. Frater tadi merasa terpukul dengan perilaku anak yang dikatakan cacat namun malah tahu sopan santun.Posted by superadmin [Administrator]
Spiritualitas atau semangat yang selalu saya berikan kepada para frater (orang-orang muda) yang kami dampingi adalah: ”Bila engkau memberi, orang yang menerima tidak akan menjadi kaya, dan engkau sendiri tidak akan menjadi miskin!” Dengan kata-kata ini, diharapkan orang lebih mudah untuk berbagi. Orang menjadi lebih mudah mengulurkan tangan untuk memberi. Tidak hanya berbagi dalam bentuk makanan atau uang saja, namun juga dalam pengetahuan: berbagi talenta yang kita terima dari Tuhan. Dengan demikian, tangan kita terulur bukan hanya saat ”menerima” pemberian dari orang lain, namun – dan terutama – mengulurkan tangan untuk rela berbagi, murah hati. Dalam hal ini, hendaknya kita mempunyai keyakinan bahwa bila kita mau membagikan kemampuan kita, kita tidak akan kekurangan dan orang lain juga tidak akan kelebihan. Itu saja.
Lalu, apa yang dapat kita buat? Anda kami ajak untuk mengenali bakat-bakat yang ada pada diri anda. Bukan pertama-tama bakat-bakat yang besar, hebat, spektakuler. Mulailah melihat dan menyadari kemampuan yang kecil. Misalnya: senang menyapa rekan lebih dahulu. Ini pun merupakan kemampuan atau talenta yang baik. Tidak setiap orang – apalagi zaman sekarang yang kuat egoismenya – mampu menyapa rekannya lebih dahulu. Mengucapkan ”Selamat pagi/siang/sore/malam” juga merupakan kemampuan yang perlu dikembangkan dan dibagikan. Apa sulitnya menyapa orang lain lebih dahulu. Kemampuan komputer, mengarang, bernyanyi, dsb. tentu saja tetap bisa dibagikan. Bagaimana dengan sikap kita sendiri bila ada yang meminta bantuan?
Doa: Tuhan, ajarilah aku untuk berbagi, murah hati kepada teman-temanku. Aku semakin menyadari bahwa talenta yang aku punyai melulu dari-Mu, kepandaiaku adalah anugerah dari-Mu yang seharusnya aku bagikan dengan murah hati juga.
|
|
Wednesday, June 17, 2009, 02:37 - RENUNGAN
Posted by superadmin [Administrator]
Seorang anak muda tergeletak di ruang ICU suatu rumah sakit swasta. Dia sudah dua hari ini tidak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah. Ia harus ditambah darahnya, harus ditransfusi. Untuk mencari darah golongan A saat itu tidak begitu mudah. Bila ada darah A pun belum tentu cocok untuk dia. Dan bila darahnya jadi ditransfusikan, juga belum menjamin dirinya sadar dan sembuh. Akhirnya, kehendak manusia lain dengan kehendak Tuhan. Sebelum anak muda tadi sadar, Tuhan telah mengambil hidupnya. Orang menyangka bahwa usaha mencari darah tadi sia-sia. Sepertinya, orang yang mendonorkan darahnya juga tanpa hasil. Pada saat ini orang terbuka matanya bahwa hidup itu mahal, karena hidup adalah anugerah. Artinya, hidup itu melulu rahmat, pemberian cuma-cuma dari Allah.Posted by superadmin [Administrator]
Masih berhubungan dengan hidup, yaitu udara segar yang kita hirup setiap hari, setiap waktu. Pernahkah Anda membayangkan bila dunia ini tanpa oksigen, tanpa udara segar? Mampukah Anda untuk tetap hidup? Bukankah oksigen atau udara segar ini kita ambil begitu saja secara cuma-cuma? Kita ambil begitu saja tanpa bayar. Pada hal bila kita masuk ICU (Intensive Care Unit), kita harus bayar minimal satu juta rupiah untuk ruangannya, belum biaya alat-alat serta obatnya, masih harus juga bayar dokternya. Nah, kalau Anda masuk ICU selama lima hari saja, tinggal kalikan dengan biaya per harinya. Namun, berapa yang Anda bayarkan kepada Tuhan, Sang Pemberi hidup dan oksigen setiap saat?
Pengalaman-pengalaman ini sebenarnya mengajak kita untuk menyadari bahwa hidup itu suatu anugerah. Pemberian dari Allah yang hendaknya kita syukuri dengan menghargai setiap waktu yang kita punyai. Mari kita gunakan waktu yang ada ini untuk memuliakan Tuhan lewat kemampuan yang ada pada kita. Marilah kita teruskan anugerah Allah yang kita terima kepada teman-teman kita yang membutuhkan.
Doa: Ya Yesusku, terimakasih atas anugerah hidup yang telah Engkau berikan kepada kami. Semoga kami mampu berterimakasih kepada-Mu dengan meneruskan dan membagikan anugerah-Mu itu kepada saudari-saudara yang ada di sekitarku.
|
Calendar

